Senin, 21 September 2015

SEJARAH DESA BEBAE, KABUPATEN SABU RAIJUA KBPM UKAW

SEJARAH DESA BEBAE 
KBPM UKAW TAHUN 2015






Desa Bebae berada di wilayah Kecamatan Sabu Tengah Kabupaten Sabu Raijua Propinsi Nusa Tenggara Timur, dengan Bentangan wilayah Desa Bebae adalah dataran rendah di Dusun III dan IV  dan bentangan sungai sepanjang dusun I,III sampai ke dusun IV sedangkan dusun I  dan II  adanya dataran tinggi atau perbukitan. Di Desa Bebae terdapat banyak sumur gali yang dapat mengairi tanaman petani pada musim kering.

Ø Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Eyada Kecamatan Sabu Timur.
Ø Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Tada Kecamatan Sabu Tengah.
Ø Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Matei Kecamatan Sabu Tengah.
Ø Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Deme Kecamatan Sabu Liae.
Sarana transportasi cukup lancar dari dan ke Desa Bebae dan terletak cukup jauh dari kawasan perkantoran dan pertokoan dengan jarak ke Ibu Kota Kecamatan sejauh  7 Km² dan jarak ke Ibu Kota Kabupaten 25 Km².

Sejarah Terbentuknya Desa Bebae
Berdasarkan observasi dan wawancara langsung dengan tokoh adat dan tokoh masyarakat, dapat diketahui bahwa asal-usul Desa Bebae berasal dari zaman Belanda dan Jepang pada tahun 1965, wilayah ini di kenal dengan nama Bebae.
Bebae diambil dari kisah asal-usul keadaan wilayahnya yang aman dan tentram, yakni:
Masyarakat Desa Bebae terkenal dengan budaya dan adat istiadat yang ramah terhadap lingkungan sehingga dari kerukunan hidup antar sesama yang nampak sehari-hari  itulah yang menjadi alternatif bagi para leluhur sebagai tumpuan harapan supaya dari generasi ke generasi, turun temurun tetap dipertahankan menjadi motto hudup “bae-bae” selamanya.
Dari kisah tersebut diatas, maka diambil kesimpulan untuk ditetapkan motto hidup “BAE-BAE” menjadi nama yang ideal bagi Desa BEBAE.
Wilayah Desa sebelumnya masih diberi nama sebagai Desa Gaya Baru dan gelar bagi seorang pemimpin Desa adalah Temukung dan pembantunya disebut mandor.
Pemimpin yang pertama kali memimpin Wilayah Bebae (Desa Gaya Baru) adalah Temukung Luter Riwu Lakka dengan masa kepemimpinan dari tahun 1965-1966 dibantu oleh 3 (tiga) orang mandor.
Selanjutnya terjadi peralihan jabatan pemimpin baru, dan gelar kepemimpinan dirubah menjadi Kepala Desa sedangkan daerah kepemimpinan yang disebut sebagai Desa Gaya Baru dirubah dan ditetapkan menjadi Desa.
Kepala Desa yang pertama memimpin Desa Bebae adalah Zeth Hau Bale didampingi  Elius Labu sebagai Wakil Kepala Desa dengan masa kepemimpinannya dari tahun 1966-1967 dibantu oleh 4 (empat) orang mandor. Sementara menjabat sebagai Kepala Desa, Zeth Hau Bale melanjutkan pendidikan SMA di Seba dan roda Pemerintahan diambil alih oleh  Elius Labu sesuai hasil pemilihan Kepala Desa pada waktu itu. Elius Labu menjabat sebagai Kepala Desa dari tahun 1967-1998. Pada masa kepemimpinannya Mandor dirubah menjadi Dusun sebagai pelaksana tugas ditingkat bawah dengan pembantu-pembantu Dusun yaitu Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Keluarga (RK).
Kemudian digantikan oleh Ruben Rohi Mola  sebagai Kepala Desa dengan masa jabatan selama 5 (lima) tahun yaitu dari tahun 1998-2003 tanpa merubah jumlah wilayah Dusun, Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Keluarga (RK) yang ada. Selanjutnya digantikan oleh Nikolas Riwu Kadja  dengan masa jabatan selama 6 (enam) tahun yakni dari tahun 2003-2009. Sementara masa kepemimpinan Nikolas Riwu Kadja tahun 2006  terjadi pemekaran  Desa Bebae menjadi 2 (dua) bagian wilayah Desa yakni:
Sebelah Timur diberi nama Desa Eiada ( Desa Pemekaran ) dan sebelah barat ditetapkan sebagai Desa Induk yaitu Desa Bebae.
Desa Bebae dibagi atas 4 (empat) wilayah Dusun, 8 (delapan) Rukun Warga (RW) dan 16 (enam belas) Rukun Tetangga (RT).
Pada saat kepemimpinnya juga Rukun Keluarga (RK) di rubah menjadi Rukun Warga (RW).
Selanjutnya diganti lagi oleh Yulius Miha Radja sebagai Kepala Desa dengan masa kepemimpinannya dari tahun 2009-2015 dengan keadaan wilayah kepemimpinan dusun, RT dan RW tidak berubah, Kabupaten Sabu Raijua sudah ditetapkan menjadi Kabupaten Definitif.
Kemudian diganti oleh Dominggus Haba Gea yang sekarang menjabat sebagai Kepala Desa dengan masa kepemimpinan tahun 2015-2021.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa sejak berdirinya Desa Bebae hingga pada saat ini telah terjadi 7 (tujuh) kali pergantian Kepala Desa seperti yang telah diuraikan diatas.

Tabel 1. Data Penduduk Desa Bebae
NO
DUSUN
JUMLAH
KK
JUMLAH JIWA
L
P
1
Turuhaga
45
89
95
2
Hili
51
114
104
3
Hangngurao  
54
123
104
4
Haidoi
66
162
145
Total
216
488
448
Total Jumlah Penduduk
936

Desa Bebae terdapat empat (4) dusun, yaitu :
·         Dusun I                       : Turu Haga
·         Dusun II         : Hili
·         Dusun III        : Hangngurao
·         Dusun IV        : Haidoi

Dengan jumlah RT sebanyak 16  dan RW sebanyak 8.