Desa Bebae berada di wilayah Kecamatan Sabu Tengah Kabupaten Sabu Raijua Propinsi
Nusa Tenggara Timur, dengan Bentangan
wilayah Desa Bebae adalah dataran rendah di Dusun III dan IV dan bentangan sungai sepanjang dusun I,III
sampai ke dusun IV sedangkan dusun I dan
II adanya dataran tinggi atau
perbukitan. Di Desa Bebae terdapat banyak sumur gali yang dapat mengairi
tanaman petani pada musim kering.
Ø Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Eyada Kecamatan Sabu Timur.
Ø Sebelah
Barat berbatasan dengan Desa Tada Kecamatan Sabu Tengah.
Ø Sebelah
Utara berbatasan dengan Desa Matei Kecamatan Sabu Tengah.
Ø Sebelah
Selatan berbatasan dengan Desa Deme Kecamatan Sabu Liae.
Sarana transportasi cukup lancar dari dan ke Desa
Bebae dan terletak
cukup jauh dari kawasan perkantoran dan pertokoan dengan jarak ke Ibu Kota
Kecamatan sejauh 7 Km² dan jarak ke Ibu Kota
Kabupaten 25 Km².
Sejarah
Terbentuknya Desa Bebae
Berdasarkan observasi dan wawancara
langsung dengan tokoh adat dan tokoh masyarakat, dapat diketahui bahwa
asal-usul Desa Bebae berasal dari zaman Belanda dan Jepang pada tahun 1965, wilayah
ini di kenal dengan nama Bebae.
Bebae diambil dari kisah asal-usul keadaan
wilayahnya yang aman dan tentram, yakni:
Masyarakat Desa Bebae terkenal dengan
budaya dan adat istiadat yang ramah terhadap lingkungan sehingga dari kerukunan
hidup antar sesama yang nampak sehari-hari itulah yang menjadi alternatif bagi para leluhur
sebagai tumpuan harapan supaya dari generasi ke generasi, turun temurun tetap
dipertahankan menjadi motto hudup “bae-bae”
selamanya.
Dari kisah tersebut
diatas, maka diambil kesimpulan untuk ditetapkan motto hidup “BAE-BAE”
menjadi nama yang ideal bagi Desa BEBAE.
Wilayah
Desa sebelumnya masih diberi nama sebagai Desa Gaya Baru dan gelar bagi seorang
pemimpin Desa adalah Temukung dan pembantunya disebut mandor.
Pemimpin
yang pertama kali memimpin Wilayah Bebae (Desa Gaya Baru) adalah Temukung Luter Riwu Lakka dengan masa kepemimpinan
dari tahun 1965-1966 dibantu oleh 3 (tiga) orang mandor.
Selanjutnya terjadi peralihan
jabatan pemimpin baru, dan gelar kepemimpinan dirubah menjadi Kepala Desa sedangkan
daerah kepemimpinan yang disebut sebagai Desa
Gaya Baru dirubah dan ditetapkan menjadi Desa.
Kepala
Desa yang pertama memimpin Desa Bebae adalah Zeth Hau Bale didampingi Elius Labu sebagai Wakil Kepala Desa
dengan masa kepemimpinannya dari tahun 1966-1967 dibantu oleh 4 (empat) orang
mandor. Sementara menjabat sebagai Kepala Desa, Zeth Hau Bale melanjutkan pendidikan SMA di Seba dan roda
Pemerintahan diambil alih oleh Elius Labu sesuai hasil pemilihan
Kepala Desa pada waktu itu. Elius Labu
menjabat sebagai Kepala Desa dari tahun 1967-1998. Pada masa kepemimpinannya
Mandor dirubah menjadi Dusun sebagai pelaksana tugas ditingkat bawah dengan
pembantu-pembantu Dusun yaitu Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Keluarga (RK).
Kemudian
digantikan oleh Ruben Rohi Mola sebagai Kepala Desa dengan masa jabatan selama
5 (lima) tahun yaitu dari tahun 1998-2003 tanpa merubah jumlah wilayah Dusun,
Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Keluarga (RK) yang ada. Selanjutnya digantikan
oleh Nikolas Riwu Kadja dengan masa jabatan selama 6 (enam) tahun
yakni dari tahun 2003-2009. Sementara masa kepemimpinan Nikolas Riwu Kadja tahun 2006 terjadi pemekaran Desa Bebae menjadi 2 (dua) bagian wilayah
Desa yakni:
Sebelah
Timur diberi nama Desa Eiada ( Desa
Pemekaran ) dan sebelah barat ditetapkan sebagai Desa Induk yaitu Desa Bebae.
Desa Bebae dibagi atas
4 (empat) wilayah Dusun, 8 (delapan) Rukun Warga (RW) dan 16 (enam belas) Rukun
Tetangga (RT).
Pada saat kepemimpinnya
juga Rukun Keluarga (RK) di rubah menjadi Rukun Warga (RW).
Selanjutnya
diganti lagi oleh Yulius Miha Radja sebagai
Kepala Desa dengan masa kepemimpinannya dari tahun 2009-2015 dengan keadaan
wilayah kepemimpinan dusun, RT dan RW tidak berubah, Kabupaten Sabu Raijua
sudah ditetapkan menjadi Kabupaten Definitif.
Kemudian diganti oleh Dominggus Haba Gea yang sekarang
menjabat sebagai Kepala Desa dengan masa kepemimpinan tahun 2015-2021.
Jadi,
dapat disimpulkan bahwa sejak
berdirinya Desa Bebae hingga pada saat ini telah terjadi 7
(tujuh) kali pergantian Kepala
Desa
seperti yang telah diuraikan diatas.
Tabel
1. Data Penduduk Desa Bebae
NO
|
DUSUN
|
JUMLAH
KK
|
JUMLAH JIWA
|
|
L
|
P
|
|||
1
|
Turuhaga
|
45
|
89
|
95
|
2
|
Hili
|
51
|
114
|
104
|
3
|
Hangngurao
|
54
|
123
|
104
|
4
|
Haidoi
|
66
|
162
|
145
|
Total
|
216
|
488
|
448
|
|
Total Jumlah Penduduk
|
936
|
|||
Desa
Bebae terdapat empat (4) dusun, yaitu :
·
Dusun
I : Turu Haga
·
Dusun II : Hili
·
Dusun III : Hangngurao
·
Dusun IV : Haidoi
Dengan jumlah RT sebanyak 16 dan RW sebanyak 8.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar